Traveling menuju ke spot-spot petualangan yang eksotis memang menjadi tren untuk muda-mudi para petualang, baik petualang dari dalam negeri sendiri dan mancanegara. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai blog atau tulisan dan review spot petualangan, menjamur di internet.
Namun, sayangnya, kesenangan dalam berpetualang dan bereksplorasi tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada di spot-spot petualangan tersebut. Banyak spot petualangan yang sudah terekspos keberadaanya, dan malah menjadi rusak akibat tangan-tangan jahil.
[readalso url=17972]
Salah satu spot petualangan yang sebenarnya mempunyai pemandangan serta panorama alam yang indah dan eksotis luar biasa adalah Pulau Sempu. Berlokasi di Kabupaten Malang, Pulau Sempu sempat ‘hype’ karena pemandanganya yang luar biasa indah.
Tetapi, kondisi ‘hype’ ini tidak diselaraskan dengan keasrian spot petualangan tersebut. Tadinya, Pulau Sempu adalah spot petualangan yang mempunyai potensi besar untuk menjadi seperti spot petualangan yang sudah terkenal lainnya. Namun, potensi tersebut harus gugur di tengah jalan.
Pulau Sempu Bukan Tempat Wisata, Atau Spot Petualangan Lagi

Pulau Sempu Bukan Tempat Wisata, Atau Spot Petualangan Lagi. credit photo: hipwee.com
Pantai Segara Anakan yang ada di Pulau Sempu adalah salah satu spot yang memang menggiurkan untuk di datangi. Namun sekarang, larangan untuk mendatanginya sudah sangat kuat. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bro, perlu lo ketahui, bahwa Pulau Sempu bukanlah spot petualangan umum, melainkan Cagar Alam.
Karena kondisinya yang menjadi Cagar Alam, Jelas Pulau Sempu harus steril dari berbagai kegiatan petualangan. Dahulu, saat menjelang akhir pekan dan saat akhir pekan, Pulau Sempu rapat akan berbagai tenda warna-warni di pinggir pantainya.
Berbagai aktivitas dilakukan, dari berenang di pantai, snorkelling, diving, sampai santai di hammock dengan ukulele ditangan, sudah menjadi pemandangan umum di Pulau Sempu. Namun, sekarang tidak lagi.

Pulau Sempu Saat Keadaan Masih Asri. credit photo: malangpers.com
Salah satu alasan mengapa Pulau Sempu sekarang ditutup dari predikat spot petualangan, adalah banyaknya sampah yang menggunung dari orang-orang atau para petualang yang tidak bertanggung jawab. Karena kerusakan ini, Pulau Sempu yang memang berstatus Cagar Alam, langsung menguatkan keamanannya.
Statusnya yang Cagar Alam ternyata sebenarnya sudah disematkan sejak zaman penjajahan oleh para kolonialis. Berbagai ayat undang-undang sudah dijelaskan yang menerangkan bahwa Pulau Sempu adalah Cagar Alam, dan siapapun yang akan ke sana, perlu mendapatkan surat izin resmi.
Sayangnya Masih Banyak Yang Mempromosikan Pulau Sempu

Sayangnya Masih Banyak Yang Mempromosikan Pulau Sempu. credit photo: terakota.id
Ironinya, Pulau Sempu masih banyak dipromosikan sebagai salah satu spot petualangan. Sejumlah tulisan di dunia maya tidak tanggung-tanggung untuk memperlihatkan foto-foto eksotis yang ada di Pulau Sempu.
Hal ini perlu diperingatkan bahwa Pulau Sempu adalah Cagar Alam. Untuk bisa masuk ke kawasan Cagar Alam ini, lo memerlukan SIMAKSI – Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi yang perlu lo dapatkan dengan formal. Dengan begini – lo akan mendapatkan izin masuk dengan catatan tujuan tertentu saja.
Turut memperparah suasana, berbagai agensi dan travel agent bahkan mempromosikan Pulau Sempu sebagai destinasi wajib para petualang. Namun, pengawasan yang kurang ketat juga turut membuat para wisatawan atau petualang tunggang lenggang memasuk kawasan Cagar Alam Pulau Sempu.
Dengan kondisi yang terus begini, kelestarian serta berbagai ekosistem yang ada di dalam Pulau Sempu kembali terancam. Eksploitasi spot petualangan yang berlebihan serta lemahnya aturan yang ditetapkan menjadi salah satu beban berat bagi Pulau Sempu.
Meluapnya Para Wisatawan dan Petualang di Pulau Sempu

Meluapnya Para Wisatawan dan Petualang di Pulau Sempu - Deretan Sampah. credit photo: batudanmalang.blogspot.co.id
Menjelang dan saat akhir pekan, berbagai tenda berwarna-warni akan memadati Pantai Segara Anakan. Tidak luput dengan sampah yang menggunung dan bertebaran di mana-mana. Jalur trekking dari Telaga Semut menuju Segara Anakan juga tidak luput dari ceceran sampah.
Banyaknya wisatawan dan para petualang yang tidak berpikir panjang membuat Pulau Sempu tidak menjadi karuan. Seperti contoh, alih-alih membuat api unggun dari ranting-ranting yang sudah jatuh, tidak sedikit petualang yang malah menebang ranting yang masih kokoh menggantung di pohonnya.
Kemudian, tidak sedikit para petualang yang memberi makan kera-kera yang menghuni Pulau Sempu, tepatnya di pinggir Pantai Segara Anakan. Mereka tidak mengetahui jika kebiasaan kera-kera tersebut akan berubah jika suka diberi makan. Hal ini lah yang merusak ekosistem Pulau Sempu.

Meluapnya Para Wisatawan dan Petualang di Pulau Sempu - Sampah di Pulau Sempu. credit photo: biodiversitywarriors.org
Bro, sudah saatnya jika berpetualang adalah tidak hanya mengeksplorasi spot tersebut, namun juga menjaganya dari kerusakan. Kelestarian alam dan spot petualangan adalah tanggung jawab bersama. Jika kelestarian alam Indonesia tidak terjaga, entah nanti tinggal bersisa berapa spot petualangan untuk generasi selanjutnya.
Pulau Sempu sudah seharusnya menjadi potongan surga yang utuh, yang menghiasi alam Kabupaten Malang. Tidak layak untuk diusik kelestarian alamnya. Pemandangan yang indah di Pulau Sempu harus bisa diwarisi ke berbagai generasi penerus nantinya.
Nah, bro – dengan begini, tidak hanya Pulau Sempu yang perlu dijaga kelestarian alamnya, ya – tetapi semua spot petualangan perlu dijaga bersama. Bro, tidak perlu penasaran dengan Pulau Sempu, sekalinya pun iya, lo perlu membuat Surat Izin untuk masuk ke wilayah konservasi.
[readalso url=17971]
Ingat, Pulau Sempu adalah Cagar Alam yang dilindungi berbagai ayat di Undang-Undang di Indonesia, tidak sembarang orang bisa masuk ke sana tanpa tujuan tertentu. Oleh karena itu cukup kagumi saja Pulau Sempu.
Feature Image - royale.travel
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 22/05/2018
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :