Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Gunung Keknemo

Melihat pemandangan dari puncak gunung tanpa tanpa halangan apapun jadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki gunung. Itulah sebabnya, nggak sedikit pendaki yang mendaki saat musim kemarau. Alasannya karena potensi hujan yang kecil dapat memudahkan pendakian dan puncak gunung “bersih” dari kabut.

Nggak hanya itu, cuaca yang cerah saat musim kemarau membuat pemandangan di sepanjang perjalanan hingga di puncak gunung jadi lebih menakjubkan. Lo bisa melihat sunset dan sunrise dengan jelas atau panorama alam lainnya.

Meski begitu, mendaki gunung di musim kemarau juga punya resiko tersendiri. Apalagi pohon dan semak belukar relatif kering di musim kemarau, jadi lebih mudah terbakar. Kalau nggak hati-hati, lo bisa menimbulkan kerusakan yang parah.

Ini berlaku untuk banyak gunung, termasuk Gunung Keknemo yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Menjulang setinggi 2.070 meter di atas permukaan laut, Gunung Keknemo menjadi salah satu yang tertinggi di NTT dan terkenal mempunyai pemandangan yang indah.

Karena itu, nggak heran banyak pendaki yang menuju ke gunung ini di musim kemarau untuk melihat pemandangannya. Nah, kalau lo juga berencana berangkat ke Gunung Keknemo saat musim kemarau, sebaiknya ingat baik-baik empat tips berikut ini.

Siapkan pakaian tebal

Image source: elements.envato.com/Sotnikov_Misha

Saat musim kemarau, cuaca di gunung biasanya lebih dingin dibanding musim hujan. Bahkan saking dinginnya, udara malam atau dini hari terasa sangat menusuk kulit. Ada juga beberapa gunung yang justru diselimuti butiran es ketika pagi hari di musim kemarau.

Maka dari itu, lo harus menyiapkan pakaian tebal agar terhindar dari hipotermia alias kedinginan ekstrim. Walaupun cuacanya cerah, lo harus menggunakan pakaian yang tebal. Lalu siapkan perlengkapan lainnya seperti sleeping bag, baju ganti, tenda, dan emergency blanket.

Pakai jaket warm up atau jaket polar

Image source: elements.envato.com/Rawpixel

Selanjutnya, meskipun lo membawa pakaian tebal, lo tetap memerlukan jaket untuk membantu menghangatkan tubuh. Soalnya, udara ketika malam hari sampai summit akan terasa sangat dingin.

Lo butuh jaket warm up atau lebih dikenal dengan nama jaket polar. Kalau nggak ada, lo bisa memakai jaket windbreaker yang sama-sama bisa mempertahankan suhu panas tubuh lo.

Hindari membuat api unggun

Image source: elements.envato.com/romadope

Saat udara terasa dingin, membuat api unggun memang akan menghangatkan tubuh. Tapi, sebisa mungkin hindari semua aktivitas yang bisa menyulut kebakaran. Karena saat musim kemarau pohon, dahan, ranting, dan rumput lebih mudah terbakar.

Saat membuat api unggun, bara api yang tertiup angin kemungkinan menempel ke bahan-bahan kering tersebut sehingga bisa menimbulkan kebakaran. Tentunya lo nggak mau ini terjadi, bukan?

Sebagai alternatif, lo bisa menyalakan kompor portabel untuk membantu menghangatkan tubuh. Dengan catatan, harus dikondisikan agar apinya aman terkendali.

Pakai masker

Image source: elements.envato.com/twinsterphoto

Nggak bisa dimungkiri, kondisi gunung saat musim kemarau jadi lebih kering dan berdebu. Hal ini tentu nggak baik buat kesehatan paru-paru dan pernafasan lo. Karena itu, lo harus memakai masker selama menyusuri trek perjalanan.

Tujuannya biar lo bisa terhindar dari debu, menjaga kesehatan sistem pernafasan, dan juga membantu agar tubuh tetap hangat. Selain itu, lo juga harus menyiapkan masker cadangan agar bisa mengganti masker saat kotor.

Jangan lupa, bawa juga kacamata agar mata lo terhindar dari debu. Kalau perlu, lo bisa membawa air lebih banyak untuk mencuci mata jika ada debu masuk ke dalam mata.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Hiking #Wilderness #Beginner #Extreme #Urban Places

Article Category : Places & Gears

Article Date : 28/01/2023

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

Source:https://gunungcikuray.com/tips-mendaki-gunung-boklorobubuh-saat-kemarau-harus-ekstra-hati-hati-sobat-pendaki/

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Places & Gears

Mengintip Pulau Mentawai, Surga yang Masih Tenang

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Places & Gears

Ketika Gunung, Pantai, dan Sabana Jadi Satu Pulau Kenawa

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Places & Gears

Kenalan Sama Gunung Babnain, Wajib Jadi Wishlist

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Places & Gears

Gunung Ramah Pemula di Jawa Tengah, Lo Wajib Tahu!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive