Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

PENDAKI LAWAS

Pernah nggak lo kepikiran, kenapa pendaki jaman dulu sebut saja angkatan bokap-nyokap atau senior lawas kita itu staminanya badak banget? Padahal kalau dipikir-pikir, fasilitas jaman dulu minim banget dibanding sekarang yang serba praktis.

 

Pertama, mari kita bahas perkara "keril". Jaman sekarang, lo bisa dengan mudah beli keril import yang super ringan, lengkap dengan teknologi backsystem canggih yang bikin beban kerasa enteng di punggung. Nah, pendaki jaman dulu? Jangan harap! Mereka pakainya ransel kanvas tebal, atau bahkan ransel berbingkai besi (external frame) yang dari sananya aja udah berat banget. Belum lagi isi di dalamnya.

 

Jaman dulu belum musim tuh jaket down (bulu angsa) compressible atau sleeping bag ultralight yang bisa dilipet sekepalan tangan. Semua perlengkapan serba tebal, berat, dan makan tempat. Logistik mereka juga riil food—bawa beras literan, sarden kaleng, sampai sayuran segar. Jadi, dari awal start pendakian aja, fisik mereka udah ditempa sama beban super berat yang bikin otot punggung sama kaki mereka jadi auto-keker.

 

Kedua, urusan alas kaki. Sekarang pilihan sepatu gunung udah bejibun, dari yang waterproof sampai yang punya grip antipeleset. Dulu, banyak senior yang mendaki cuma pakai sepatu lokal seadanya, sepatu dinas tentara yang keras dan kaku, atau bahkan sandal gunung jepit doang. Secara nggak langsung, otot kaki, pergelangan kaki, dan keseimbangan mereka itu terlatih secara ekstrem karena jalurnya yang natural tanpa bantuan teknologi sol sepatu yang empuk.

 

Ketiga, urusan mental dan navigasi. Dulu belum ada GPS di HP atau peta digital offline. Mereka murni mengandalkan peta kontur fisik dari kertas, kompas bidik, dan kemampuan membaca tanda alam. Tersesat atau salah jalur itu taruhannya nyawa. Tekanan mental ini yang bikin psikologis mereka sekeras baja. Mereka terbiasa survive dengan apa yang ada, tanpa bisa dikit-dikit update story atau manja minta jemput tim SAR lewat sinyal internet.

 

Intinya, keterbatasan jaman dulu justru jadi "mesin penempa" fisik dan mental mereka secara alami. Jadi jangan heran kalau melihat senior lawas jalan santai bawa beban berat sambil senyum-senyum, sedangkan kita yang perlengkapannya udah serba ultralight malah udah ngos-ngosan di pos satu. Mereka kuat karena keadaan yang memaksa mereka harus kuat!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#fakta unik

Article Category : News

Article Date : 27/06/2026

Superadventure
Admin Adventure
Superadventure
Admin Adventure
Penulis artikel petualangan outdoor dan ekstrem yang bawain kisah mendaki tebing, arung jeram, sampai menjelajah jalur off-road. Buat gue, petualangan itu lebih dari sekadar jalan-jalan, ini soal uji mental dan fisik. Tiap cerita gue kemas biar Superfriends kebawa sensasinya. Gue pengen lo yang baca ngerasa termotivasi buat keluar dari zona nyaman. Kalau lo suka tantangan alam, artikel di sini bakal bikin lo pengen langsung berangkat.

4 Comments

Comment
DEVI TRI HANDOKO

DEVI TRI HANDOKO

04/07/2026 at 08:59 AM

-
elin

elin

06/07/2026 at 08:16 AM

ransel berbingkai besi
sahrul wijayadi

sahrul wijayadi

06/07/2026 at 14:39 PM

cakep
IRWAN JAELANI

IRWAN JAELANI

07/07/2026 at 10:13 AM

-
Other Related Article
image article
News

Perbedaan Gaya Hiking Gen Z dan Milenial

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Sebelum Mendaki Gunung Slamet, Lo Harus Tau 7 Fakta Ini

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Tebing Hawu Sepotong Keindahan di Padalarang

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Panduan Lengkap Road Trip Jakarta Lombok

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive