Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ministry Of

Setelah merilis single “Langkah” sebagai pembuka babak baru, kini Ministry Of resmi mempersembahkan EP terbaru yang berjudul Fase. Rilis di berbagai layanan streaming platform mulai 9 Juli 2026, sebanyak empat lagu dihadirkan oleh Ernest Theodore (vokal, gitar), Yudit Halim (gitar), dan Gonzaga Sidharta (bas) di dalam EP Fase.

Empat lagu tersebut adalah “Langkah”, “Laju”, “Terbang”, dan “Hilang (feat. Finna Amalia)” yang masing-masing punya benang merah berupa keseluruhannya dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, sebuah hal baru yang dilakukan oleh sang trio indie rock asal Jakarta.

“Setelah ‘Langkah’ muncul, akhirnya saya coba untuk menulis lirik untuk lagu-lagu yang lain dalam bahasa Indonesia dan puji Tuhan, semuanya rampung. Ternyata (menulis) lagu berbahasa Indonesia semenyenangkan itu dan kami ingin teman-teman yang mendengarkan lebih cepat relate dengan lirik dan musiknya,” sambut Ernest sebagai penulis lirik.

“Kami merasa, kurang afdol sebagai band Indonesia tapi kami tidak punya lagu berbahasa Indonesia [tertawa]. Hal tersebut yang kami upayakan di dalam EP Fase dan ternyata works, terutama Ernest sebagai penulis lirik dan nada vokal yang akhirnya ia nyanyikan sendiri, sehingga akan jadi nyaman sekali untuk membawakannya nanti,” tambah Yudit.

Secara keseluruhan, EP Fase bercerita tentang perjalanan masing-masing personel Ministry Of selama satu tahun ke belakang yang tengah dihantam oleh dinamika, baik secara personal dan secara kolektif, disampaikan melalui empat lagu dengan tema seputar kehidupan pekerjaan, kehilangan, hingga terjebak di gejala depresi yang sempat hinggap di hari-hari yang lalu.

“Kami bersama-sama mengeksplorasi perasaan-perasaan yang sifatnya lebih kompleks, bahwa perasaan yang menggelayut di keseharian kita itu spektrumnya multidimensional, bahwa kita itu gak betul-betul sedih, gak betul-betul senang, gak betul-betul marah. Misalnya, bahwa secuil di dalam kesedihan itu ada kelegaan; di dalam rasa lelah itu ada syukur; di rasa marah itu ada harapan. Hidup kita terus bergerak dan mengalami fase-fase tertentu, mau gak mau, sadar gak sadar,” lanjut Gonzaga.

Selama proses penggarapannya, Ministry Of turut dibantu oleh nama-nama lain dari balik layar. Mereka adalah Finna Amalia yang mengisi vokal (termasuk menjadi vokal utama di lagu “Hilang”), Dimas Radityo di departemen drum bersama Aryadhira Susilo yang turut menjadi co-producer, Johanes Abiyoso sebagai operator rekaman sekaligus mastering engineer, Jared Lim dari Subsonic Eye sebagai mixing engineer, serta Fandy Susanto dari studio desain Table Six yang menggarap visual untuk single “Langkah” dan album mini Fase.

Mengenai keterlibatan Fandy Susanto dari studio desain Table Six untuk departemen visual, momen ini juga merupakan sebuah hal baru bagi Ministry Of. Di beberapa rilisan sebelumnya, sang trio selalu mengerjakan urusan visualnya secara kolektif, barulah di EP Fase mereka mempercayakan penggarapannya kepada Fandy Susanto.

“Walaupun band ini banyak orang visualnya, tapi kalau kami-kami lagi yang bikin (visual) kayaknya keluarnya begitu-begitu lagi untuk sekarang [tertawa]. Beberapa tahun terakhir kami punya kesempatan untuk kenal dengan mas Fandy, akhirnya Ernest bilang ‘kenapa enggak?’, ya sudah saya chat dia, eh ternyata mau [tertawa]”, terang Yudit.

EP Fase dihadirkan oleh Ministry Of bersama HFMF Records, label rekaman asal Jakarta. Sebuah pertemuan tidak disengaja antara Ernest dengan Henry Foundation di sebuah acara berujung kepada sepakatnya Ministry Of dan HFMF Records untuk berjalan bersama, ditandai dengan rilisnya EP Fase.

“Menurut gue, EP Fase adalah semacam dokumentasi dari sebuah transisi dan proses kreasi. Penggunaan Bahasa Indonesia jadi membuka ruang ekspresi yang baru dan bisa jadi penanda babak baru untuk Ministry Of dan punya potensi untuk membawa mereka ke audiens yang lebih luas,” ujar Henry Foundation.

Fase, EP terbaru dari Ministry Of bisa didengarkan di berbagai layanan streaming musik mulai tanggal 9 Juli 2026, disusul oleh beberapa agenda lain seperti Release Party di McLovin, Jakarta pada tanggal 10 Juli 2026, perilisan merchandise dan CD bersama HFMF Records, juga dengan sejumlah jadwal showcase, salah satunya adalah Asia’s Big Energy 2026 di Singapura bersama Texpack (ID), Subsonic Eye (SG), Gnaw (SG), dan Intermission (SG) pada 18 Juli 2026.

“EP ini menjadi self reminder bahwa, semua ini adalah sebuah fase. Lucunya, sehabis capek-capeknya kami menggarap album pertama, EP ini malah menjadi sebuah fase break/istirahat untuk kami karena mungkin kami sangat menikmati proses pembuatannya, tanpa tekanan, nyaman, dan lagunya bikin kami senang juga,” tutup Yudit.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#ep baru # band rock jakarta # band jakarta

Article Category : News

Article Date : 06/08/2026

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

1 Comments

Comment
DEVI TRI HANDOKO

DEVI TRI HANDOKO

03/09/2026 at 11:06 AM

-
Other Related Article
image article
News

Tremorrage Kembali dengan Amunisi Baru “DEAD AWAKE”

Read to Get
image arrow
image article
News

Join ART IT LOUD Buat Lo yang Mau Karyanya Tampil di Art Jakarta

Read to Get
image arrow
image article
News

Fase Baru The Kick dalam “Diogenes”

Read to Get
image arrow
image article
News

GHO$$ Merilis Album Penuh “The Whitest Blackout”

Read to Get
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive